About Me

Rabu, Februari 26, 2020
At a Glance

Seorang pemimpi, pribadi yang dibentuk oleh alam. Nama lengkap saya Eka Awaludin, lahir di Majalengka pada 4 Oktober 1986, orang biasa yang menjalani kehidupan biasa. Saya mencintai alam terbuka, musik, sastra, fotografi, desain, olahraga, Juventus, HTML, CSS, keheningan pagi, anak, serta istri. Saat ini, saya menetap di Maja, sebuah kota kecil yang berada di kaki Gunung Ciremai.

Childhood

Sejak kecil hingga menyelesaikan pendidikan sekolah dasar, saya tinggal di Desa Mekarwangi. Hari-hari saya dipenuhi permainan dan penjelajahan. Bermain sepak bola, bola voli, menerbangkan layang-layang, bermain kelereng, bermain adu gambar, papanggalan (gasing), mengayuh sepeda menyusuri jalan dan gang desa Mekarwangi, mencari ikan bogo dan belut, mencari sarang burung, menjelajahi hutan untuk memetik buah-buahan liar, serta memainkan berbagai permainan tradisional.

Adolescence

Ketika mulai menempuh pendidikan di sekolah menengah pertama, saya pindah ke Blok Senin, Maja Selatan. Beberapa tahun kemudian, saat memasuki jenjang sekolah menengah atas, saya kembali berpindah ke Blok Kamis, Maja Utara. Hingga hari ini, saya sering menghabiskan banyak waktu di rumah ibu saya yang berada di Blok Kamis, Maja Utara.

Adulthood

Pada 12 Januari 2019, saya menikah dengan sahabat yang telah saya kenal sejak masa sekolah menengah pertama, Rinrin Ferdiani. Apa yang berawal sebagai persahabatan di usia remaja perlahan tumbuh menjadi sebuah ikatan yang terus bertahan hingga hari ini.

Kemudian, pada 30 Mei 2021, kehidupan kami dianugerahi seorang putri. Kami memberinya nama Bianca Aurora, yang kehadirannya laksana cahaya fajar, membawa kebahagiaan dan mengubah kehidupan kami.

Hobbies
Outdoors

Melihat hamparan pemandangan hijau, menyentuh air sungai yang mengalir di sela-sela jemari, berdiri di puncak gunung sambil memandang lautan awan, melihat embun pagi yang berkilauan diterpa sinar mentari pagi, menyusuri pagi di musim hujan yang diselimuti kabut, mendengar suara gemericik hujan di musim hujan, menghirup udara pegunungan yang dingin, bersih dan segar, menikmati hangatnya sinar matahari pagi, mendengarkan kicau burung, serta berdiam dalam keheningan senja ketika matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala, merupakan anugerah terindah yang membuat saya tenang dan merasa lebih baik.

Literacy

Saya selalu menyukai membaca dan menulis. Sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, saya kerap menghabiskan waktu di perpustakaan, menyusuri deretan rak buku dan larut dalam berbagai buku cerita serta karya fiksi. Di antara semua bacaan tersebut, yang paling membekas dalam ingatan saya adalah kisah-kisah petualangan karya Karl May, terutama Winnetou, Ketua Suku Apache, yang membawa saya menjelajahi perbatasan Amerika bersama suku-suku pribumi, serta Di Pelosok-Pelosok Balkan, yang mengisahkan perjalanannya melintasi kawasan Balkan yang berbahaya dan penuh tantangan. Buku-buku itu menjadi jendela yang memperkenalkan saya pada dunia yang jauh melampaui lingkungan tempat saya tumbuh.

Memasuki masa sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi, saya mulai jarang mengunjungi perpustakaan. Sebagai gantinya, saya menikmati kebiasaan sederhana membeli dan membaca surat kabar serta majalah olahraga.

Perjalanan saya dalam menulis bermula dari catatan pelajaran dan buku harian. Kini, saya menuliskan berbagai hal yang terlintas dalam benak saya melalui blog ini, meskipun hanya ketika inspirasi datang dan suasana hati mendorong saya untuk menuangkan pikiran ke dalam tulisan.

Music

Sejak kecil hingga sekarang, musik selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup saya. Kecintaan saya terhadap musik bermula ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, saat kedua orang tua membelikan saya sebuah radio kaset Polytron. Bagi saya, benda itu bukan sekadar perangkat pemutar musik, melainkan sebuah jendela yang memperkenalkan saya pada beragam lagu dan suara yang kemudian mewarnai kehidupan saya.

Saya sering menghabiskan waktu berjam-jam mendengarkan siaran radio yang memutar lagu-lagu pop dan Melayu. Hingga kini, saya masih mengingat nama-nama grup musik dan para penyanyinya. Karya-karya mereka tetap membekas dalam ingatan saya, seolah menjadi teman yang menemani perjalanan hidup saya sejak kecil hingga hari ini.

0 Komentar